You Are Here: Home - Adab dan Perilaku Muslim - Nasihat Muhammad Bin Sirin: Mencela orang yang telah mati

 Hosted by FreeImageHosting.net Free Image Hosting Service

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ

Ilmuan Islam, Muhammad Bin Sirin rhm, salah seorang tokoh tabi’in yang aku amat minat apabila membaca, mendengar namanya. Wallahu’alam, tak tau la kenapa. Beliau meninggal pada tahun 110H dan merupakan seorang saudagar. Aku membaca kisah beliau dalam buku “Mereka Adalah Para Tabi’in”. Ada satu nasihat yang menarik yang dirakamkan dalam buku tersebut.

Diceritakan...

Pernah beliau mendengar seseorang memaki Hajjaj bin Yusuf setelah matinya, beliau mendekati orang itu dan berkata: “Tahanlah wahai putra saudaraku, Hajjaj sudah kembali ke sisi Rabb-nya. Saat engkau datang kepada Rabb-mu, akan kau dapati bahwa dosa terkecil yang kau lakukan di dunia lebih kau sesali daripada dosa yang dilakukan Hajjaj. Masing-masing dari kalian akan bertanggungjawab terhadapa dirinya sendiri.”

"Ketahuilah, wahai putra saudaraku, Allah akan menuntut Hajjaj atas kezhalimannya terhadap orang-orang, namun Allah juga akan menuntut orang-orang yang menzhalimi Hajjaj. Maka janganlah engkau sibukkan dirimu untuk memaki dan mencela orang sesudah ini.”

(Dr. Abdurrahman Ra’fat Basya, Mereka Adalah Para Tabi’in; Kisah-kisah paling menakjubkan yang belum tertanding hingga hari ini (Terjemahan), m/s 119)

*Tambahan biografi Muhammad Bin Sirin rhm (link)

0 comments

Leave a Reply