You Are Here: Home - Adab dan Perilaku Muslim - Tazkiyatun Nafs: Saudaraku, Ikhlaskah Engkau Menuntut Ilmu?

Maka telitilah niatmu secara jujur wahai saudaraku. Kemudian pilihlah apakah engkau senang dikatakan alim di kalangan manusia, ataukah engkau lebih senang dikatakan alim di sisi Allah Ta’ala ?

Sumber: Akhi Igun

Hisyam Ad-Dastuwa’i Al-Bashri mengatakan : “Demi Allah, aku tidak berani mengatakan sesungguhnya aku pergi suatu hari untuk belajar hadits hanya untuk Allah Ta’ala semata”.

Imam Adz-Dzahabi kemudian mengomentari perkataan tersebut :

“Demi Allah, demikian pula diriku. Dahulu generasi salaf menuntut ilmu karena Allah, maka mereka menjadi mulia dan menjadi imam yang pantas untuk diikuti. Kemudian datanglah suatu kaum yang menuntut ilmu pada awalnya bukan karena Allah, namun mereka tersadar dan kembali ke jalan yang lurus berkat ilmu itu sendiri yang mendorong dirinya menuju keikhlasan di tengah jalan. Sebagaimana yang dikatakan oleh Mujahid dan lainnya : ‘Awalnya kami menuntut ilmu tanpa niat yang benar. Namun kemudian Allah membetulkan niat kami sesudah kami mendapat ilmu’. Sebagian ulama yang lain berkata : ‘Kami hendak menuntut ilmu untuk selain Allah, namun ternyata ia hanya bisa dilakukan karena Allah’.

Yang demikian adalah tidak mengapa. Karena pada akhirnya mereka menyebarkan ilmu dengan niat yang benar.

Ada pula kaum yang menuntut ilmu dengan niat yang rusak untuk mencari materi dunia dan agar mereka mendapat sanjungan manusia. Orang-orang semacam itu tidaklah mendapat cahaya dari ilmunya. Ilmu mereka juga tidak berfaedah membentuk amalannya.

Ada juga kaum yang memperoleh ilmu yang digunakannya untuk mendapatkan jabatan. Mereka biasanya berbuat zalim, tidak berpegang pada prinsip-prinsip keilmuan, dan turut melakukan perbuatan keji. Celaka, sungguh celaka, mereka bukanlah ulama.

Muncul pula generasi yang kurang ilmu dan amalnya. Mereka menisbatkan diri sebagai ahli ilmu, padahal hanya sedikit ilmu yang mereka kuasai. Lalu dengan modal ilmu yang tak seberapa itu mereka menganggap diri mereka ulama yang terhormat. Tak terlintas dalam benak mereka bahwa tujuan mencari ilmu sesungguhnya adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah semata”. (Siyar A’lam An-Nubala’ : 7/152-153).

Alangkah miripnya hari ini dengan hari kemarin.

Maka telitilah niatmu secara jujur wahai saudaraku. Kemudian pilihlah apakah engkau senang dikatakan alim di kalangan manusia, ataukah engkau lebih senang dikatakan alim di sisi Allah Ta’ala ?

0 comments

Leave a Reply