You Are Here: Home - Adab dan Perilaku Muslim - Jadilah Muslim Yang Berakhlak: Menasihati Diri Sendiri

Macam biasa, hampir setiap hari akan 'lepak' dekat forum al-fikrah.net. Tak tau la kenapa, rasanya macam 'addicted' .. Sebab bnyk info dapat ambil kat situ dan manhaj yang di bawa, terutama dalam memberikan maklumat, hadith, di ajar supaya menjadi teliti dan mengkaji. Forumers pun semua 'sempoi-sempoi', walaupun kadang2 ade la ketegangan sikit. Biasala, sedangkan lidah lagi tergigit...

Ade sorang forumer ni, suka dengan tulisan yang dia kongsikan. Agak mendamaikan bila baca. Teringin nak kongsi satu tulisan beliau..ringkas, tapi best

Menasihati Diri Sendiri

Ana pernah membaca berita tentang seorang konsultan perkawinan di Amerika yang tiap hari kerjanya menasihati pasangan suami istri, ternyata ia sendiri perkawinannya gagal alias bercerai dengan istrinya. Ironi ? Bisa ya bisa tidak, karena menasihati manusia mungkin mudah karena kita tidak mengalaminya, tapi jika kita yang mengalami sendiri belum tentu kita bisa mengamalkan apa yang kita ucapkan.

Contoh : kita menasihati manusia agar bersabar dan ridha jikalau tertimpa musibah, tapi apakah kita benar-benar sabar dan ridha jikalau kita sendiri yang tertimpa musibah ? Jawapannya terpulang kepada kadar keimanan masing-masing.

Maka, membiasakan menasihati diri sendiri yang bertujuan untuk mengingatkan akan kelemahan diri adalah sebuah akhlak yang mulia. Sebagaimana perkataan seorang tabi’in yakni Abu Hazim Salamah bin Dinar, sebagaimana dikutip oleh Syaikh Muhammad bin Ibrahim al-Hamd dalam kitabnya “Adabul Mau’izhah”, Salamah bin Dinar berkata :
“Budi pekerti yang paling utama yang diharapkan ada dari seorang mukmin, adalah sikapnya yang paling mengkhawatirkan dirinya sendiri, dan paling mengharapkan kebaikan bagi setiap muslim lainnya”.

Kerana bisa jadi orang lain memang memerlukan nasihatnya...
Atau boleh jadi ia yang lebih memerlukan nasihat tersebut ketimbang orang lain...

Semoga bermanfaat, wallahu'alam

0 comments

Leave a Reply