You Are Here: Home - Adab dan Perilaku Muslim - Adab Dan Perilaku Muslim: Menjauhi Mengumpat/Ghibah

Islam sebagai satu cara hidup memberikan panduan di dalam setiap perkara yang dilalui oleh muslim di dunia ni. Cumanya tinggal, kita nak ikut atau tak... Yakinlah setiap peraturan yang ditetapkan adalah untuk kebaikan umatnya. Setiap peraturan yang memberikan kemudharatan akan di berikan keringanan daripada Allah. Sebagai contoh mudah, dalam solat kena berdiri, tapi kalau menjadi mudharat kepada umat, Allah SWT membenarkan solat duduk dan seterusnya(InsyaAllah semua tahu). Contoh lain, kalau tak de air atau sakit tak boleh ambil wudhu', Islam benarkan tayyamum, di mana tayyamum ni mudah je.. tak susah.. Agama itu mudah,

Firman Allah: (maksudnya) Allah menghendaki kamu beroleh kemudahan, dan Ia tidak menghendaki kamu menanggung kesukaran. (Surah al-Baqarah: 185)

Firman Allah: (maksudnya) Allah (sentiasa) hendak meringankan (beban hukumnya) daripada kamu, kerana manusia itu dijadikan berkeadaan lemah. (Surah al-Nisa: 28).

Dalam hadith Abu Hurairah, Rasulullah s.a.w bersabda: “Agama itu mudah. Tiada seorang yang memberat-beratkannya melainkan dia menjadi susah. Maka bersederhanalah, dekatilah yang tepat dan gembirakanlah mereka” (Riwayat al-Bukhari).

Tapikan...mudah-mudah jugak...kalau MALAS tu lain cerita ekkk..Jangan memandai nak tafsir bukan-bukan....

Menjauhi perbuatan Ghibah

Oleh: Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Membicarakan dan mencemarkan nama baik kaum muslimin yang tidak mereka sukai adalah merupakan kemungkaran yang besar dan termasuk ghibah yang diharamkan bahkan termasuk dosa besar, berdasarkan firman Allah.

“Artinya : Dan janganlah sebagian kalian ghibah (menggunjing) sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang telah mati? Maka tentulah kalian akan merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat dan Maha Penyayang” [Al-Hujurat : 12]
Dan juga berdasarkan sebuah hadits riwayat imam Muslim dalam kitab shahihnya dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Tahukah kalian apa itu ghibah (menggunjing)?. Para sahabat menjawab : Allah dan Rasul-Nya yang paling tahu. Kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Ghibah adalah engkau membicarakan tentang saudaramu sesuatu yang dia benci. Ada yang bertanya. Wahai Rasulullah bagaimana kalau yang kami katakana itu betul-betul ada pada dirinya?. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab : Jika yang kalian katakan itu betul, berarti kalian telah berbuat ghibah. Dan jika kalian katakan tidak betul, berarti kalian telah memfitnah (mengucapkan kebohongan)” [HR Muslim : 4690]

Disebutkan dalam sebuah hadits shahih.

“Artinya : Ketika beliau di mi’rajkan, beliau melewati sekelompok orang yang mempunyai kuku-kuku dari tembaga. Mereka mencakar-cakar wajah dan dada mereka sendiri dengan kuku tembaga tersebut. Lalu beliau bertanya kepada Jibril : Wahai Jibril siapa mereka itu?. Jibril menjawab : Mereka adalah orang-orang yang sering makan daging manusia, dan mereka yang suka membicarakan kejelekan orang lain” [HR Ahmad dan Abu Dawud dengan sanad jayid dari Anas Radhiyallahu ‘anhu]

Al-Allamah Ibnu Muflih berkata : Sanad hadits tersebut shahih. Beliau berkata : Dan Abu Dawud meriwayatkan dengan sanad hasan sebuah hadits dari Abu Hurairah secara marfu.

“Artinya : Sesungguhnya termasuk dosa besar adalah mencemarkan kehormatan seorang muslim tanpa alasan yang hak” [HR Abu Dawud 4234]

Oleh karena itu wajib bagi anda dan selain anda dari kaum muslimin untuk tidak duduk-duduk dan berbincang-bincang dengan orang yang sedang menggunjing kaum muslimin. Sebaiknya kita harus menasehati dan mengingkari perbuatan tersebut, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Artinya : Barangsiapa diantara kalian melihat kemungkaran, rubahlah dengan tangannya. Jika dia tidak mampu, rubahlah dengan lidahnya. Jika dia tidak mampu, rubahlah dengan hatinya. Dan itulah selemah-lemah iman” [HR Muslim 70]

Jika kita tidak sanggup mencegah dan menasehati mereka, maka segeralah kita pergi dan tidak duduk-duduk bersama mereka. Ini termasuk cara mengingkari perbuatan mereka. Mudah-mudahan Allah memperbaiki keadaan kaum muslimin dan menolong mereka dalam meraih kebahagiaan dan keselamatan di dunia dan akhhirat.

Sumber: http://www.almanhaj.or.id/content/1105/slash/0 retrieved october 15, 2009

Semoga bermafaat... Wallahu'Alam

0 comments

Leave a Reply